Data menunjukkan 1 dari 5 pria diperkirakan menderita kanker sebelum umur 75 tahun. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan pria lebih rentan terhadap kanker dibandingkan wanita karena konsep kejantanan. Para pria merasa perlu menunjukkan kejantanannya dengan mengadopsi gaya hidup tidak sehat sehingga meningkatkan risiko kanker.
Kanker prostat merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan usus. Kanker ini berkembang di prostat, kelenjar dalam sistem reproduksi laki-laki.
Pada tahap awal, kanker prostat muncul tanpa gejala. Namun, pada tahap lanjut, beragam gejala dapat muncul. Mulai dari perubahan pola berkemih menjadi lebih sering, sulit mulai atau sulit berhenti, dan aliran kemih melemah. Dapat pula muncul darah pada air seni dan timbul nyeri tulang.
Sementara, kanker penis lebih jarang ditemui. Penyakit ini diasosiasikan dengan infeksi virus papiloma manusia (HPV), sama seperti kanker serviks pada wanita. Gejala yang patut diwaspadai adalah muncul benjolan, ruam atau lecet yang tak kunjung sembuh, serta pendarahan pada penis.
Sejumlah faktor risiko kanker prostat dan penis pada pria. Faktor usia yang terus meningkat berperan besar terhadap kanker ini. Begitu pula dengan pola makan tidak sehat, kurang berolahraga, dan obesitas meningkatkan risiko kanker prostat. Sementara, merokok, seks bebas dan infeksi HIV meningkatkan risiko kanker penis.
Para pria juga kerap dianggap lalai dalam memeriksakan penyakit yang diidapnya. Mereka kebanyakan menunda pemeriksaan hingga kanker terlanjur parah. Waktu adalah faktor kunci dalam perawatan kanker, tetapi para dokter justru sering mendapati pasien pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker telah mencapai tahap lanjut.
Para pria lambat memeriksakan penyakitnya lantaran menganggap gejala yang timbul seperti kelelahan dan gangguan kemih hanya penyakit ringan dan bisa diatasi. Gejala-gejala ini bila dibiarkan dapat menjadi pertanda awal kanker prostat dan kanker penis. Semakin cepat mendiagnosis pasien, semakin baik pula prospek penyembuhan.
Maka dari itu perlu adanya kesadaran diri untuk memeriksa ke dokter spesialis jika Anda mendapati gejala-gelan seperti diatas, atau bisa juga dengan pencegahan menggunakan celana dalam kesehatan Zeddo Man.
