
Pembunuh Berantai Termuda di Amerika !
7 Fakta Penyebab Mutu Pendidikan di Indonesia Rendah !

5 Barang Yang Tidak Akan Laku di Arab Saudi !

Inilah Rahasia Dibalik Nomor KTP Indonesia

Inilah Orang Belanda Yang Mempelopori Penjajahan di Indonesia !

Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera !

3 Negara Ini Akan Menyatu di Tahun 2030!

Cerita Serem dari Sekuriti Kamar Mayat RSCM !

Ucapan Terakhir 20 Tokoh Dunia Saat Sakaratul Maut !

Mahasiswa Jenius Berusia 9 Tahun Dari Indonesia !
March Boedihardjo, satu dari banyak anak berprestasi Indonesia keturunan Tionghoa lahir pada tahun 1998 di Hongkong. March Boediharjo dan keluarganya adalah orang Indonesia yang bermukim di Hongkong. Dan ketika tahun 2005, March dan keluarganya hijrah ke United Kingdom, ketika kakak laki-lakinya, Horatio Boediharjo yang saat itu berusia 14 tahun mendapat beasiswa di Oxford University, dalam program Phd, dan membuat ia menjadi salah satu siswa termuda di universitas itu.
Kedua anak keturunan Boediharjo ini memang menunujukantalenta lebih dalam bidang ilmu matematika, ayahnya memang sudah sejak kecil mengenalkan matematika kepada kedua anaknya ini, bahkan ketika makan pun yang mereka bicarakan adalah soal matematika. March menyelesaikan sekolah menengahnya di Inggris ketika ia dan keluarganya menemani kakaknya menempuh pendidikan di Ingris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.
Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut. Ia juga mendapatkan 8 GCSEs dalam waktu yang sama dengan ketika ia mengikuti ujian A-level di Inggris. Setelah itu, ia pun mendaftarkan diri ke Baptist Hong Kong (HKBU), sebenarnya March sudah melamar ke beberapa universitas lain di Hong Kong. Di antaranya yaitu Universitas of Hong Kong, Hong Kong University of Science and Technology, dan Chinese University of Hong Kong. Namun, sayangnya universitas-universitas itu belum memberikan jawaban, aku ayah March.
Sebenarnya, March ingin menyusul kakaknya yang berusia 14 tahun yang melanjutkan pendidikan di Oxford University di Inggris, namun sayangnya keluarga mereka tidak punya cukup uang, waluapun ayahnya adalah seorang pengusaha karena biaya hidup di Inggris itu sangat mahal dan akhirnya March dan orang tuanya pun harus kembali ke Hongkong lagi meninggalkan kakaknya yang sedang menempuh pendidikan di Oxford.
March Boedihardjo
Ia mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). Di tahun-tahun pertamnya dia mengkritik bahwa pelajaran yang diajarkan terlalu mudah. Ia mendapatkan B+dan A- di hampir semua ujian matematika yang membuat ia masuk ke dalam daftar Dean, yaitu penghargaan bagi siswa yang memiliki IPK 3.00-3.49 dengan tidak ada nilai dibawah C. March juga akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun yaitu pada tahun 2010. Dia juga mengkritik bahwa ia tidak punya kesan baik terhadap rekan kuliahnya.
"Mereka tidak memberi tanggapan (di ruang kuliah). Mereka cuma mendengarkan dan satu sama lain tidak berinteraksi," katanya.
Anak itu mengatakan rekannya di sekolah sebelumnya "ingin bermain", tidak seperti mahasiswa perguruan tinggi.
Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya."Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,'' kisahnya.
Seorang wartawan BBC di Hongkong, Vaudine England pernah mewawancarinya suatu saat dan ia berkata bahwa March Tian Boedihardjo tidak beda dengan bocah-bocah lain yang berusia 9 tahun, ia masih memiliki sisi kejenakaan khas anak-anak dan March juga mengaku bahwa selain ia hobi melahap dan mempelajari semua buku matematika miliknya, ia juga sangat senang bermain catur, monopoli, dan lego.
Terima Gaji Selama 9 Tahun Tanpa Pernah Masuk Kantor !
Seorang pejabat pemerintah daerah di Cina dilaporkan menerima gaji selama 9 tahun tanpa pernah datang ke kantor tempat dia bekerja.
Pria itu bekerja untuk lembaga yang memantau pembangunan perkotaan di Longyan, sebuah kota di Provinsi Fujian, di kawasan Cina tenggara. Setelah lulus seleksi pegawai negeri, dia ditempatkan di lembaga itu.
Meski dia menerima gaji penuh plus tunjangan pegawai, dia tidak pernah masuk kerja. Beberapa koran Cina kini menyebut Jiang Jinxiang sebagai pegawai negeri paling arogan dalam sejarah Cina.
Banyak warga Cina memandang jajaran pegawai negeri sipil sangat tidak efisien dan terlalu banyak. Persaingan untuk bisa masuk ke jajaran pegawai negeri sipil di Cina sangat ketat akibat angka pengangguran yang tinggi di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Meski gaji pegawai negeri di Cina relatif rendah, tapi jaminan kerja dan tunjangan kesejahteraan membuatnya pilihan karir yang menggiurkan.
Kasus ini mulai terungkap oleh kalangan pengguna internet, sebelum kemudian dikukuhkan oleh pemerintah kota.
Wartawan BBC di Beijing Martin Patience melaporkan bahwa kasus ini merupakan contoh praktik korupsi di jajaran pemerintah daerah di Cina dan juga pengaruh aktivis internet yang semakin kuat.
10 Fakta Menarik dan Konyol Tentang Spongebob !














